with friends on 2012

with friends on 2012

love and friends

Gambar | Posted on by | Meninggalkan komentar

Profil Seorang Guru 2

Selamat pagi teman-teman..

Senang bisa berjumpa kembali. Pada kesempatan kali ini, saya akan menyampaikan sepenggal kisah kembali. Namun, rasanya, membicarakan orang lain adalah suatu hal yang tidak patut untuk dilakukan, So, saya urungkan niat saya untuk menceritakan kembali cerita yang kemarin.

 

Pada kesempatan kali ini, saya ingin menceritakan pengalaman yang sangat mengesankan bagi saya. Namun, tidak pada pagi ini saya akan menceritakan pada kalian.

 

Maaf kali ini saya hanya menyapa. Keadaan hati saya tidak bersemangat. Sedang ada banyak masalah.😦

 

Selamat pagi..

Jumpa di lain kali lagi ya..

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Profil Seorang Guru

Hallo para pelajar Indonesia. Apa kabar kalian semua?

 

Kesempatan kali ini, saya mau cerita kepada kalian. Saya mengalami suatu kejadian yang benar-benar di luar pemikiran saya. Kalian masih ingat pertama kali kalian masuk sekolah? Bagaimana dengan sapaan guru-guru di sekolah kalian? Saya yakin pasti menyenangkan, bukan begitu?

 

Nanum tidak dengan saya. Saya mulai cerita ya..

Hari Senin, tepatnya pukul 06.45 saya sampai disekolah dan sepperti biasa saya langsung duduk di meja deretan paling depan dan membuka buku bacaan saya (hobi saya memang membaca). Tanpa memperhatikan sekitar saya (karena memang belum bel masuk), saya terus saja membaca dengan enjoynya. Tiba-tiba guru saya datang dengan tampang seperti biasanya menegur saya ” apa yang kalian lakukan ini?” sontak saya berpaling ke suara tersebut. Oh ternyata beliau…

 

Setelah beberapa menit mengomentari semua yang ada di kelas, beliau melihat ke arah saya dan kemudian berkata ” Lihat, Meika itu g siap sekolah, jaket masih di pakai tanda g siap sekolah?” makjleb!!! Hati saya tidak terima dengan perkataan itu, saya balas ” Apa, ibuk menuduh saya tidak siap sekolah? Hanya karena saya belum melepas jaket? Maaf buk, tapi ini belum bel masuk. dan ibuk salah, ini hari pertama sekolah, silahkan cek, dari sekian murid di kelas ini, siapa yang sudah lengkap membawa buku pelajaran semuanya (saya keluarkan semua buku paket dan 5 buku bacaan saya, apakah anda menilai saya tidak siap sekolah seperti guru saya?). Beliau langsung mencari-cari kesalahan saya yang lain. “Kamu ini bicara dengan siapa seperti itu? Kamu tidak sopan! ( denagn mata melotot ke arah saya)”.

 

” Oke, maaf jika keterangan saya tidak sopan bagi ibuk” tahukah kalian apa yang belliau katakan setelah itu? ” Lihat kalian semua, ini adalah contoh anak yang tidak sopan, kalian ini murid, kalian harus lebih sabar menghadapi guru, kalian harus hormat kepada guru.” kemudian beliau melihat ke saya ” Kamu tidak akan lulus jika melawan saya, kalau saya melahirkan anak seperti kamu, saya akan sangat menyesal!” Beliau berkata seperti itu dengan nada yang sinis dan tegas. Saya hanya terdiam. Saya menangis di dalam hati. Pikiran saya kacau.

 

Dan sesampainya saya dirumah, saya ceritakan semuanya kepada orang tua saya, ibuk saya menangis anaknya diperlakukan seperti itu. Oh iya, di kejadian ini, bukan hanya beliau, saya dan teman-teman saya, namun ada juga beberapa guru yang lain, yang hanya melihat dan tidak berani menegur beliau.

 

Guru-guru yang lain memihak kepada saya. Tetapi, disini saya bukan mencari pihakan.

 

Dan sekarang, beliau bercerita di setiap kelas yang beliau ampu, dan mengatakan bahwa saya adalah siswa yang jelek dan tidak sopan. Saya ketahui ini karena setiap siswa IPA selalu bertanya pada saya.

Sungguh sangat tidak terduga, hanya karena sebuah pembelaan dan argumen, nama saya di cemarkan. Ini termasuk pencemaran nama baik.

Saya sebenarnya bisa menuntut atas omongan dari guru saya, tapi apakah saya harus melakukannya? Tidak.

Sungguh memiriskan jika kelak saya benar-benar tidak lulus hanya karena sebuah jaket. Saya termasuk siswa yang berprestasi, saya selalu masuk 3 terbaik (bukan sombong, tetapi saya hanya tidak akan pernah berhenti berpikir, hanya karena perihal jaket, saya bisa tidak lulus).

Semoga kejadian ini bisa kalian petik hikmahnya. Dan semoga hanya saya yang mengalaminya. Amin..

 

 

 

Lanjutkan posting dilain hari lagi ya.

Salam,

Meika Arista

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Jumat, 29/06/2012 06:43 WIB Saweran untuk KPK Dinilai Tak Cerdas, Dorong Perbaikan Pembahasan di DPR Novi Christiastuti Adiputri – detikNews

Ilustrasi

<!–

–> Jakarta, Aksi penggalangan dana untuk pembangunan gedung baru KPK dianggap bukan cara yang cerdas. Seharusnya, masyarakat mendorong adanya perbaikan model pembahasan anggaran di DPR yang dinilai bermasalah.

“Jalan tengahnya, kita dorong perbaikan model pembahasan anggaran di DPR,” cetus pengamat hukum dari Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM, Oce Madril, dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (28/6/2012) malam.

Menurut Oce, pertemuan-pertemuan atau lobi-lobi di belakang forum resmi saat pembahasan anggaran berlangsung harus dihilangkan. Ia menilai hal itulah yang membuat pembahasan anggaran menjadi lama dan terkadang memakan banyak biaya.

“Ada problem dalam fungsi budgeting DPR. Ada sesuatu yang salah, proses sistemnya harus diperbaiki,” tuturnya.

Lebih lanjut Oce menjelaskan, aksi saweran dana yang saat ini dilakukan masyarakat memang ada payung hukumnya, yakni diatur dalam UU Perbendaharaan Negara. Namun, lanjutnya, hal ini bukan cara yang cerdas untuk membantu KPK.

Terlebih, mengingat aksi penggalangan dana ini berhubungan dengan KPK yang notabene sebuah lembaga antikorupsi yang independen. Uang yang mengalir dalam bentuk sumbangan ini sangat rawan dan berisiko. Bisa jadi uang yang pernah digunakan dalam praktik korupsi, malah dijadikan sumbangan untuk KPK.

“Menurut saya, ini pilihan yang tidak cerdas. Cara ini merupakan simbol perlawanan terhadap keangkuhan dan kekuasaan, juga menjadi simbol perlawanan terhadap model pembahasan DPR,” ucapnya.

“Tapi cara ini tidak menyelesaikan persoalan. Persoalan yang sebenarnya tetap hidup,” tandas Oce.

(nvc/trq)

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Rabu, 27/06/2012 22:50 WIB Ini Identitas 3 Orang yang Ditangkap KPK di Bandara Cengkareng Rachmadin Ismail – detikNews

<!–

–> Jakarta KPK menangkap 3 orang pria di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Ketiganya ditangkap atas kasus dugaan suap lahan sawit di Buol, Sulteng. Seorang pengusaha berinisial A sudah lebih dahulu ditetapkan menjadi tersangka.

“Satu orang jadi tersangka, dua lainnya masih dalam proses pemeriksaan,” kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dalam jumpa pers di KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (27/6/2012).

Bambang menjelaskan, ketiga orang itu ditangkap sekitar pukul 17.00 WIB, di Bandara Soekarno-Hatta. Ketiganya ditangkap saat baru turun dari pesawat yang terbang dari Gorontalo.

“Seseorang yang menjadi tersangka berinisial GS sementara dua pria lainnya S dan D masih diperiksa,” tambah Bambang.

KPK menyita 3 tas besar dari ketiganya yang diduga uang untuk suap kepada pejabat di Buol. Penyuapan terkait konsesi lahan sawit. Ketiga orang itu bersama pengusaha Anshori masih diperiksa di KPK. Penangkapan atas Anshori dilakukan pada Selasa (26/6), sedang sang pejabat yang hendak disuap masih belum bisa ditangkap karena dilindungi pendukungnya.

(mad/ndr)

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Rapat Paripurna Molor, 233 Anggota DPR Bolos Ferdinan – detikNews

Jakarta Rapat paripurna DPR molor 43 menit dari jadwal dimulainya rapat pukul 10.00 WIB. Hingga pukul 10.43 WIB, tercatat 327 anggota dewan yang mengisi daftar absen.

Dari daftar absensi, tercatat jumlah anggota Fraksi Partai Demokrat yang hadir sebanyak 88 orang, Golkar (70), PDIP (55), PKS (34), PAN (23), PPP (26), PKB (9), Gerindra (12), dan Hanura (10).

Paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso mengagendakan 2 bahasan yaitu laporan Komisi XI mengenai hasil pembahasan calon anggota dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kemudian dilanjutkan dengan pengambilan keputusan terhadap RUU tentang pengesahan perjanjian antara pemerintah RI dengan pemerintah Ceko tentang bidang pertahanan, RUU tentang pengesahan memorandum saling pengertian antara Departemen Pertahanan dan Keamanan dan Kementerian Republik Italia tentang kerjasama dalam bidang peralatan logistik dan industri pertahanan.

Ketiga, RUU pengesahan protokol opsional konvensi hak-hak anak mengenai penjualan anak, prostitusi anak dan pornografi anak dan RUU protokol opsional konvensi hak-hak anak mengenai ketertiban anak dalam konflik bersenjata.

(fdn/rmd)

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

The 2nd ASEAN High Level Meeting on Competition 2015, Semua Anggota ASEAN Punya Hukum Persaingan Usaha Advertorial – detikNews

Jakarta Dalam 10 – 15 tahun terakhir, kawasan ASEAN tumbuh demikian pesat. Diprediksi pada 2015, besaran ekonomi ASEAN akan menyamai Jepang sekarang. Untuk tahun ini, diperkirakan GDP Jepang tahun ini akan mencapai US$ 5.5 trilyun dan ASEAN US$ 3.3 – 3.4 trilyun. Dengan laju pertumbuhan ekonomi seperti sekarang, diprediksi dalam tiga tahun mendatang GDP ASEAN bisa mencapai US$ 5 trilyun (Rp 47,000 trilyun).

Dinamika aktivitas ekonomi yang begitu cepat seperti ini tak terlepas dari besarnya resiko transaksi-transaksi yang berpotensi bersinggungan dengan persaingan usaha. Sedangkan, saat ini baru ada lima negara anggota ASEAN yang memiliki hukum dan otoritas persaingan usaha yakni Indonesia, Thailand, Singapura, Malaysia dan Vietnam.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mewakili Indonesia menargetkan pada 2015 kesepuluh negara anggota ASEAN sudah punya hukum dan otoritas persaingan usaha. Sekarang proses administrasi masih berlangsung di Kamboja, Laos, Filipina dan diharapkan selesai dua tahun ke depan.Untuk mengawal proses administrasi ini maka beberapa tahun lalu KPPU membentuk forum ASEAN Experts Group on Competition(AEGC).

Tahun ini, ASEAN High Level Meeting On Competition diadakan untuk kedua kalinya pada 25 Juni 2012 di Yogyakarta. Acara ini dihadiri oleh delegasi dari kesepuluh negara anggota ASEAN. Di hari kedua dan ketiga, digelar workshop dimana AEGC akan memformulasikan Regional Core Competence untuk mempersiapkan target 2015.

Regional Core Competence itu terdiri dari tiga komponen yakni insitutional enlargement (bagaimana membentuk otoritas persaingan, hubungan dengan parlemen, pemerintahan dan independensi); advocacy system dan custom kepada public at large serta advokasi kebijakan di pemerintahan; dan private guidelines (Undang-Undang seperti yang dimiliki KPPU dan sektor swasta atau pengusaha).

Guideline dan rambu-rambu ini nantinya akan disepakati bersama oleh 10 negara dalam rangka menyiapkan kerangka besar tatanan persaingan usaha. “Suka atau tidak, kesepuluh negara anggota ASEAN harus punya kesamaan, visi yang sama dan general instrument yang mirip. Mudah-mudahan ada kesepakatan karena proses pendekatannya sudah lama,” pungkas Nawir.
(adv/adv)

Browser anda tidak mendukung iFrame
Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar